Tampilkan postingan dengan label Money Management. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Money Management. Tampilkan semua postingan

Resiko Trading Forex

Dalam dunia investasi pasti tidak dapat lepas dari resiko. Hukum yang berlaku adalah semakin besar potensi keuntungan, maka semakin besar pula potensi resiko. Demikian pula dalam trading forex. Forex tergolong jenis investasi dengan resiko paling tinggi. Hal ini sudah banyak disebutkan di berbagai sumber. Potensi profit forex lebih tinggi dibanding deposito, saham, atau reksadana; tetapi lebih besar pulalah resiko trading forex.

Menurut hasil beberapa penelitian, termasuk yang dilakukan oleh AMF Perancis, 90% trader berakhir dengan loss. Atau bisa pula diumpamakan hanya 1 orang yang berhasil, dari 10 orang yang terjun ke dalam trading forex. 

Ngeri bukan? Ya ini adalah faktanya, mau tidak mau, suka atau tidak suka, kita, Anda, harus memahami dan memaknai secara benar informasi statistik di atas. Namun, meskipun probabilitas untuk menang dalam forex itu rendah dan tidak mudah, tetapi bukan berarti mustahil. Ada banyak orang yang telah sukses dalam forex, dan kita pun bisa mengikuti jejak mereka. Salah satu caranya dengan memahami resiko trading forex sebelum terjun ke dalamnya.

Umumnya, resiko trading forex bersumber dari empat hal, yaitu volatilitas harga di pasar forex, penggunaan leverage, broker forex, dan kondisi psikologis kita sendiri sebagai trader.

resiko trading forex

Resiko Trading Forex 1: Volatilitas

Keuntungan dalam trading forex bisa diperoleh karena nilai tukar antar mata uang (harga) berubah-ubah terus hampir setiap saat. Besarnya jarak naik-turun harga ini disebut dengan Volatilitas. 

Pasangan mata uang dengan volatilitas rendah akan sulit diperdagangkan. Sebaliknya, semakin besar volatilitas harga suatu pasangan mata uang, maka makin besar pula keuntungan yang bisa didapat trader darinya. Namun, di saat yang sama, resiko trading forex pada mata uang itu juga makin besar, karena kemungkinan loss ikut meningkat.

Variasi volatilitas harga di pasar forex dapat dilihat pada tabel di bawah ini. Nampak volatilitas harga dalam kurun waktu harian, mingguan, dan bulanan pada setiap pasangan mata uang berbeda-beda.

resiko trading forex

Volatilitas terbesar terdapat pada XAU/USD (Gold vs Dolar AS), sedangkan terendah pada EUR/CHF (Euro vs Franc Swiss). Dari data ini, dapat disimpulkan:
  • Akan sulit untuk mendapatkan keuntungan dari trading harian pada pasangan EUR/CHF, karena volatilitas rendah berarti pergerakannya nyaris stagnan.
  • Potensi keuntungan sekaligus resiko trading forex tertinggi bisa ditemukan pada XAU/USD.
Volatilitas XAU/USD yang amat tinggi tersebut membuatnya disukai oleh banyak trader Indonesia. Namun, trader yang memilih resiko trading forex lebih rendah akan condong pada pasangan mata uang dengan volatilitas sedang, seperti GBP/USD, AUD/USD, dan EUR/USD. Anda pun bebas memilih mata uang yang akan ditradingkan sesuai dengan besarnya resiko yang berani ditanggung.

Resiko Trading Forex 2: Leverage

Trading forex memanfaatkan sistem Margin Trading. Margin Trading adalah sistem dimana memungkinkan trading dilakukan hanya dengan menggunakan jaminan saja (margin=jaminan). Broker akan menawarkan "leverage" untuk meningkatkan dana margin menjadi dana trading yang lebih besar.

Dengan menggunakan sistem ini, trader memiliki potensi untuk mendapatkan keuntungan besar walau hanya dengan modal kecil. Kok bisa? mari kita lihat contoh berikut ini. Semisal harga pair GBP/USD : 1.6000, modal 100,000 Pound, dengan pergerakan perhari 100-200 pips. Maka contoh perhitungan keuntungan ketika profit adalah (1.6200-1.6000) X 100,000 pound = 2000 pound. Itu jika trading tanpa leverage.

Bagaimana kalau dengan menggunakan sistem margin, atau dengan memakai leverage?

resiko trading forex
Dengan sistem margin, Anda bisa melakukan trading hanya dengan menyediakan sebagian kecil dari modal yang dibutuhkan. Misal broker menerima margin 1% (leverage 1:100), maka pada contoh di atas, Anda akan bisa melakukan trading hanya dengan modal 1% x 100,000 pound = 1000 pound saja, dan dengan potensi keuntungan tetap sama, yaitu sampai dengan 2000 pound.

Bersama potensi keuntungan tersebut, muncul pula potensi rugi karena forex dengan besaran kurang lebih sama. Artinya, dengan modal 100 Pound, bisa ada potensi untung maupun rugi 200 Pound per hari. Jadi, modal Anda bisa lenyap hanya dalam hitungan hari, bahkan jam, atau menit. Dengan kata lain, fasilitas Leverage bisa membantu trader bermodal kecil untuk profit, tetapi juga membuka kemungkinan loss lebih besar daripada modal. Oleh karena itu, Anda perlu berhati-hati agar jangan memilih leverage yang terlalu tinggi, guna menjaga risiko trading forex tetap rendah.

Resiko Trading Forex 3: Broker Forex

Hal lain yang memperbesar resiko adalah: kemudahan-kemudahan seorang trader untuk bisa memulai melakukan trading forex dengan cepat dan nyaris instan. Ya, saat ini broker-broker sangat memanjakan trader baru (pemula) dengan kemudahan deposit dana, bahkan plus bonus, modal trading gratis, dan lain sebagainya.

Dalam hal ini, trader perlu memperhatikan bahwa broker forex merupakan perusahaan bisnis yang tentu ingin mendapatkan keuntungan. Mereka tidak akan mengadakan promosi besar-besaran tanpa mengharapkan laba yang lebih besar lagi. Jadi, ketika akan menggunakan bonus dan promosi broker, perhatikan aturan-aturannya.

Dalam kedua contoh di atas, nampak modal gratis yang diberikan broker tidak dapat ditarik sama sekali. Jadi, jika Anda mendaftar dengan harapan mendapatkan uang secara cuma-cuma, maka pasti akan kecewa. Tujuan broker menyediakan bonus-bonus tersebut adalah agar Anda mencoba layanan trading mereka, kemudian melakukan deposit jika sudah cocok.

Selain itu, Anda juga perlu berhati-hati jika mendapati bonus yang besarnya fantastis, tetapi syarat dan aturan untuk mengklaimnya kurang jelas. Memang ada bonus tulen dalam rangka promosi membesarkan nama broker, tetapi ada pula bonus menyesatkan. Jika besarnya sudah tidak masuk akal, maka perlu hati-hati agar nantinya tidak berbalik menjerat.

Resiko Trading Forex 4: Pribadi Trader

Seorang trader bisa memulai trading hanya dalam hitungan hari bahkan jam kalau mau. Padahal, untuk bisa sukses sebagai trader, kita perlu belajar trading forex terlebih dahulu. Terlalu cepat masuk sama saja dengan bunuh diri; bisa dipastikan dana (modal) akan hangus. Apabila kita hanya memasukkan sedikit dana, lalu merugi, maka itu bisa menjadi bahan pembelajaran efektif. Tetapi bagaimana kalau ternyata dana yang dimasukkan dalam jumlah yang sangat besar? Tentu rasanya sangat menyakitkan. 

Forex adalah model investasi beresiko tinggi. Ketidaktahuan akan membuat resiko trading forex membesar. Sebaliknya, semakin dalam pengetahuan, semakin terlatih psikologis kita menghadapi pasar, maka akan menghasilkan keuntungan yang lebih menjanjikan. 

Oleh karenanya, sabar dan jangan terburu-buru untuk menerjuni dunia trading forex. Jangan tergiur oleh janji-janji profit dan income yang spektakuler. Memang janji keuntungan besar akan menjadi motivasi trading forex yang amat menarik, tetapi apabila tak diimbangi oleh informasi dan latihan yang benar, maka ibarat "orang buta yang semangat berlari menuju jurang". Sebelum menanamkan dana tabungan bertahun-tahun dalam trading forex, simak Tips Menghindari Kekalahan Dalam Forex, lalu berlatihlah di akun demo forex untuk meningkatkan keterampilan Anda terlebih dahulu.


Share:

Cara Menghasilkan Profit Yang Konsisten

Ada bermacam-macam tools forex trading tersedia untuk para trader. Namun dengan banyaknya tools tersebut, mengapa masih banyak trader yang belum bisa mendapatkan keuntungan secara konsisten? Lalu jika tools tersebut tidak bisa membantu trader untuk sukses atau digunakan sebagai cara menghasilkan profit, apa yang bisa dilakukan?

Banyak orang beranggapan bahwa untuk menghasilkan profit konsisten, trader hanya perlu memadukan beberapa indikator tambahan saja seperti indikator Zigzag, Moving Average (MA), Relative Strength Index (RSI), dan semacamnya. Asalkan mau terus belajar, profit pasti kita dapatkan. Padahal, cara menghasilkan profit, apalagi yang konsisten, tidaklah sesederhana itu. Kemauan keras dan semangat pantang menyerah memang penting, tapi apalah gunanya jika senjata itu tidak diarahkan di jalan yang tepat?

Cara Menghasilkan Profit Konsisten
Sebenarnya, cara menghasilkan profit yang stabil dan konsisten sederhana saja.

Kuncinya bukan di teknik analisa ataupun sistem trading paling canggih, melainkan perilaku sabar dan tidak serakah.

Semudah itukah? Meski tampak gampang karena bersangkutan dengan kontrol diri masing-masing, menjadi trader yang sabar dan tidak serakah tidaklah semudah dugaan. Ketika Anda melihat fluktuasi harga yang naik turun dan memperhitungkan potensi keuntungan dari gejolak tersebut, pengendalian diri bukanlah hal utama yang akan Anda pikirkan; justru keinginan mencari peluang dan mengeruk profit-lah yang menjadi prioritas. Karena itu, ada cara trading tertentu yang bisa membantu kita meningkatkan kontrol diri, agar pada akhirnya dapat meraih profit konsisten.

1. Mengetahui Cara Kerja Pasar Forex

Percaya atau tidak, sikap kurang sabar dan serakah seringkali ditunjukkan oleh para trader yang kurang paham cara kerja pasar forex. Mereka juga kurang percaya diri dan selalu merasa khawatir jika kesempatan Entry atau meraih keuntungan akan lewat begitu saja apabila tidak diambil sekarang.

Hal ini tentu saja berbeda dengan para trader berpengalaman yang tahu benar jika pasar forex bukan tempat bagi orang-orang yang kurang sabaran. Kesempatan Entry akan selalu ada dan bertebaran di berbagai macam pair juga jam pasar forex. Jika tidak mendapat peluang saat ini, maka bisa mencari di sesi pasar berikutnya. Dengan pemahaman seperti ini, tentu akan lebih mudah untuk mengendalikan keinginan masuk pasar secara sembarangan.

2. Sistem Trading Yang Dijalankan Dengan Disiplin

Perangkat ini bisa dikatakan menjadi yang paling penting jika Anda ingin mencari cara menghasilkan profit konsisten. Tanpa adanya sistem trading, Anda tidak akan memiliki aturan-aturan yang bisa dipakai sebagai patokan, baik untuk membaca pergerakan harga, mengenali sinyal Entry, maupun mencari posisi Buy dan Sell yang tepat.

Sistem trading agar profit konsisten


Sistem trading mencakup metode analisa, strategi mencari posisi Entry, hingga manajemen risiko yang Anda gunakan. Setiap jenis sistem trading memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri. Perlu diketahui, pilihan sistem trading paling bagus atau buruk tergantung pada trader yang menggunakan, bukan sistem tradingnya. Hal itu karena tidak ada satupun sistem trading yang memuat strategi dengan potensi profit konsisten 100%; semua sistem pasti memiliki kelemahan dan risiko rugi, mengingat arah pergerakan pasar yang tidak bisa benar-benar diperkirakan arahnya.

Nah, Anda bisa meminimalisir risiko tersebut dengan memilih sistem trading yang tepat (sesuai gaya trading Anda), teruji, dan dijalankan dengan disiplin. Berikut langkah-langkahnya:
  1. Pertama-tama, Anda perlu mengenali karakter dalam bertrading, apakah agresif, konservatif, atau netral.
  2. Selanjutnya, pilih sistem trading yang sesuai dengan gaya Anda. Misalkan Anda ternyata tipe trader agresif yang menginginkan profit dalam waktu singkat dan bisa mengikuti pergerakan harga di time frame rendah, maka sistem trading dengan strategi scalping bisa menjadi pilihan.
  3. Setelah menemukan sistem yang sekiranya cocok, Anda masih belum disarankan untuk mengandalkannya untuk trading di akun Real. Sebelum itu, uji dulu bagaimana performanya di akun demo. Anda perlu mendapatkan data yang cukup untuk memastikan profitabilitas sistem tersebut, jadi pastikan agar tidak tergesa-gesa mengakhiri proses back-testing dan forward-testing yang Anda lakukan.
  4. Lihat bagaimana hasil uji coba sistem, jika profitabilitasnya baik, maka bisa Anda gunakan untuk trading. Namun apabila hasilnya buruk, lebih baik cari sistem trading lain yang sesuai dengan gaya trading Anda.
  5. Terapkan sistem trading dengan disiplin. Tahap ini merupakan yang paling penting dan perlu ditekankan, karena percuma saja Anda mempunyai sistem yang sesuai dan sudah teruji, apabila Anda tidak bisa menjalankannya dengan konsisten. Bagaimanapun juga, profit konsisten lahir dari disiplin menjalankan sistem trading yang Anda gunakan. Apabila masih suka melanggar aturan, maka jangan heran jika profit trading juga suka "melanggar ekspektasi" Anda.
Sebagai motivasi, Anda bisa mempelajari cara menguasai disiplin trading untuk mendapatkan profit konsisten lewat 25 aturan emas di e-book ini:
Ebook Disiplin Trading

3. Memiliki Harapan Realistis

Ketika mengetahui jika trading forex bisa menjadi sumber penghasilan, apakah Anda membayangkan bisa mendapat keuntungan sekian Dolar setiap minggu atau bulan? Jika ya, maka sebaiknya pahami ulang jika anggapan itu tidaklah realistis untuk seukuran pemula. Terlalu bertumpu pada target itu justru akan membuat Anda terjerumus dalam cara menghasilkan profit yang tidak disiplin. Bukannya mendapat profit konsisten, risiko trading Anda justru semakin besar.

Jika Anda sudah memahami risiko dalam pasar forex, maka Anda seharusnya tahu jika tak ada seorang pun yang bisa menduga kemana harga akan bergerak dengan akurasi 100%. Artinya, akan selalu ada faktor-faktor tak terduga yang membuat harga bergerak di luar perkiraan. Jika Anda mengharapkan keuntungan stabil, katakanlah $100 per minggu, maka sama saja artinya dengan mengekspektasikan pasar forex untuk selalu bergerak sesuai prediksi Anda.
Cara Menghasilkan Profit Konsisten Dengan Harapan yang Realistis
Apa yang terjadi jika harga ternyata tidak sesuai perkiraan dan Anda baru mendapat $40 menjelang akhir pekan? Bila terpacu pada target, Anda akan melakukan segala cara untuk mengejar sisa keuntungan $60 yang belum didapatkan. Mental trading seperti ini jelas sangat tidak direkomendasikan, karena membuka posisi trading seharusnya tidak dipaksakan apabila tidak ada sinyal yang terkonfirmasi. Masuk pasar tanpa sinyal yang jelas akan semakin menurunkan peluang profit, sehingga bukannya mendapat sisa target yang diharapkan, Anda justru berakhir dengan lebih banyak kerugian.

Lantas bagaimana solusinya? Apakah sebaiknya tidak memiliki target profit agar tidak terkekang oleh keharusan memanen keuntungan sekian Dolar dalam periode waktu tertentu? Sebenarnya, menerapkan target keuntungan sah-sah saja dilakukan, karena hal itu juga penting agar aktivitas trading Anda punya arah dan tujuan. Yang menjadi kunci perubahan di sini adalah besar target profit yang ditetapkan. Selain harus realistis sesuai kemampuan dan besar modal Anda, ada baiknya jika target profit ditetapkan dalam range.

Dengan cara ini, Anda bisa tetap memiliki target keuntungan, tapi tidak terpaku pada jumlah tertentu, karena besar profitnya ditetapkan dalam suatu kisaran yang lebih fleksibel. Jadi katakanlah Anda menargetkan profit antara $50-$100, maka Anda akan lebih mudah mentoleransi perubahan kondisi pasar yang membuat profitabilitas sistem trading tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Jika psikologi trading sudah lebih ringan, maka Anda akan lebih mudah mengontrol diri agar lebih sabar dan tidak serakah. pada akhirnya, keinginan untuk menyalahi aturan dengan masuk pasar di luar rencana juga akan terkikis dengan sendirinya. Anda pun bisa mengurangi risiko kerugian lebih besar dan berhasil memastikan profit konsisten sesuai target keuntungan.

Untuk lebih menajamkan pemahaman Anda terhadap cara menghasilkan profit konsisten dan strateginya, simak ulasan selengkapnya di artikel Sering Trading Tak Jamin Profit Konsisten, Ini Alasannya. Jika Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut mengenai bagaimana cara menjadi konsisten dalam trading, selain kolom komentar, Anda juga bisa langsung bertanya pada ahli kami pada forum tanya jawab khusus tips trading konsisten berikut.
Share:

Belajar Memahami Money Management

Money management adalah salah satu faktor penting dalam trading forex yang berkaitan dengan pengendalian resiko. Trading adalah bisnis dan dalam bisnis tentu ada resikonya. Berapapun besar modal kita, tentunya kita ingin membatasi besarnya resiko yang mungkin terjadi. Belajar memahami pengendalian resiko dengan benar adalah kunci sukses untuk menghasilkan profit yang konsisten dalam jangka panjang. Banyak trader pemula yang account-nya ‘babak belur’ karena tidak menerapkan money management dengan disiplin, bahkan ada yang tidak tahu sama sekali tentang money management. Dalam tulisan ini akan dibahas 5 hal pokok dalam money management yang harus dipahami dan diterapkan dengan benar dan disiplin dalam trading forex.

Belajar Memahami Money
  • Besarnya resiko per trade
Besar resiko per trade diukur dengan nilai uang, bukan dengan pips, dan biasanya ditentukan dalam persentase dari modal atau balance dalam account trading kita. Anggap saja kita belum ada posisi trading dan balance dalam account kita masih utuh, maka besar resiko per trade adalah jumlah kerugian yang kita tentukan dalam membuka sebuah posisi trading. Tidak ada ketentuan baku untuk hal ini dan bisa saja antara trader yang satu berbeda dengan trader yang lain, tergantung dari kondisi keuangan masing-masing. Yang jelas gunakanlah dana yang benar-benar tidak akan dipakai dalam waktu dekat, dan hindari trading forex dengan menggunakan dana untuk hidup sehari-hari. Asumsikan bahwa alokasi dana Anda untuk trading forex adalah dana yang siap hilang sehingga Anda tidak emosional ketika trading.

Sebagai gambaran, para trader profesional yang pendapatannya hanya dari trading (saham, forex, option dsb.) jarang yang mengambil resiko lebih dari 3% dari total modal mereka. Di sisi lain, banyak trader yang telah berpengalaman merekomendasikan besarnya resiko antara 3% sampai 5% dari modal. Tetapi berapapun besarnya resiko yang Anda tentukan, Anda harus merasa nyaman dengan pilihan tersebut sehingga Anda bisa trading dengan tenang dan tanpa emosi.

Nah, kenapa besar resiko diukur dengan nilai uang bukan dengan pip ? Hal ini berkaitan dengan besarnya ukuran lot atau volume per trade yang bakal kita gunakan sesuai dengan perhitungan resiko, atau lazim disebut position sizing yang akan dijelaskan berikut ini.

  • Besarnya ukuran lot per trade (position sizing)
Besar ukuran lot juga disebut dengan volume (pada platform Metatrader), atau ada yang menamakan quantity. Karena platform Metatrader sudah sangat populer, para trader forex pada umumnya lebih familiar dengan sebutan volume trading. Cara menentukan volume trading berdasarkan resiko lazim disebut dengan position sizing.

Dengan position sizing, besar resiko dalam nilai uang akan selalu sama berapapun besar stop loss (resiko dalam pip) yang kita tentukan. Volume trading bisa kita atur sesuai dengan besar stop loss yang paling pas buat kita. Sebagai contoh, misalnya kita trading dengan standard lot pada pasangan mata uang EUR/USD, sehingga nilai per pip-nya adalah USD 10. Jika kita punya balance sebesar USD 25,000, dan resiko yang kita tetapkan untuk membuka sebuah posisi adalah 4%, maka besar resiko kita adalah USD 25,000 X 4% = USD 1,000. Katakan dari hasil analisa kita stop loss yang paling pas adalah 50 pip, maka volume trading kita dalam standard lot adalah: USD 1,000 / (50 X USD 10) = 2 lot.

(Catatan: pialang forex di Indonesia ada yang menyebut standard lot dengan regular lot, dan account yang hanya untuk trading dengan standard lot disebut regular account)

Nah, jika ada 2 trader dengan modal yang berbeda tetapi menerapkan persentasi resiko yang sama dan stop loss (resiko dalam pip) yang sama pula, tentu ukuran lot keduanya berbeda. Trader yang modalnya lebih besar volume trading-nya akan lebih besar walaupun stop loss (resiko dalam pip) keduanya sama. Itulah sebabnya mengapa besarnya resiko per trade biasanya diukur dengan nilai uang, bukan dengan besarnya pip pada stop loss.

  • Besarnya risk/reward ratio
Risk/reward ratio adalah perbandingan antara besarnya resiko (stop loss) dan besarnya target profit (reward) yang kita tetapkan. Jika pada pembahasan sebelumnya kita telah menentukan resiko dan ukuran lot, maka langkah selanjutnya adalah menetapkan besarnya target profit yang kita inginkan dibandingkan dengan resiko yang telah kita tetapkan sebelumnya.

Sama halnya dengan resiko, untuk menetapkan target profit tidak ada ketentuan bakunya, hanya saja kita harus obyektif dan realistis sesuai dengan kondisi pasar saat itu. Trader yang berpengalaman menganjurkan agar risk/reward ratio sebaiknya minimal 1 : 2, artinya jika stop loss kita 50 pip maka sebaiknya target profit kita minimal 100 pip, bahkan kalau bisa 1 : 3 atau lebih akan semakin baik.

Tujuannya adalah: jika kita bisa menerapkan risk/reward ratio dengan konsisten, dalam jangka panjang akan diperoleh return (keuntungan) yang memadai walaupun persentasi profit kita secara keseluruhan masih lebih kecil dibanding loss-nya. Misalnya seorang trader mengalami 70% dari total posisinya loss, tapi masih menghasilkan return 15% dari total posisi tradingnya, karena menerapkan risk/reward ratio minimal 1 : 2 pada setiap membuka posisi.

Yang penting untuk dipahami dalam hal ini adalah menentukan besarnya resiko terlebih dahulu sebelum menghitung profit yang mungkin kita peroleh.

  • Money management harus bisa mengendalikan emosi kita
Di samping money management, faktor penting lainnya dalam trading adalah keterlibatan emosi. Kedua hal tersebut saling mempengaruhi dan jika tidak dipahami dengan benar akan membawa efek negatif dalam trading. Money management yang buruk bisa menghancurkan trading kita, demikian pula emosi yang tidak terkendali. Misalnya jika kita kurang memahami money management sehingga selalu loss pada setiap posisi trading kita, maka akan sulit bagi kita untuk tidak melibatkan emosi saat trading. Sebaliknya semakin baik kita bisa menerapkan money management dalam trading, akan semakin terkendali emosi kita dalam menyikapi hasil trading. Kita bisa dikatakan berhasil menerapkan money management bila kita bisa mengelola dana dalam account trading dengan efektif dan tidak emosional.

  • Money management akan berjalan baik hanya jika kita menguasai strategi trading
Jika kita tidak sepenuhnya menguasai strategi trading yang kita gunakan sehingga selalu ragu ketika hendak membuka posisi, maka sebaik apapun pemahaman kita pada money management hasilnya tidak akan maksimal.

Strategi trading dan money management adalah komponen utama dalam rencana trading yang harus dijalankan secara bersamaan. Money management akan berjalan baik hanya jika kita telah menguasai dan yakin pada strategi trading yang kita gunakan sehingga menghasilkan profit yang konsisten dalam jangka panjang.
Share:

Tips Managemen Modal Trading

Dengan anda memiliki teknik dalam menggunakan modal yang baik dan benar, maka keuntungan maupun kerugian dalam setiap kegiatan trading dapat anda kendalikan. Berikut ini beberapa contoh teknik dalam management modal:

manajemen

1. Pyramid
Jika pada cost averaging kita menambahkan satu posisi terbuka disetiap kali kita mengalami kerugian, maka dalam pyramiding kita menambah posisi terbuka setiap kali mendapatkan keuntungan. Berikut ini contoh yang dapat kita ambil sebagai bahan percobaan:

Pyramid - twps2 - pendulangforex
Pada gambar diatas dapat dilihat bahwa kita menambah satu posisi berukuran 1 lot setiap kali kita mendapatkan keuntungan sebesar 500 pips. Ketika harga turun dari level 1.51000 ke 1.50750, total keuntungan kita masih tersisa 750 pips. Di level ini kita bisa menutup seluruh posisi buy. Jika harga turun hingga mencapai level 1.50500, maka hasil seluruh transaksi kita akan impas. Teknik ini sangatlah bagus untuk kita pergunakan pada saat harga dalam keadaan trend.


2. Martingale
Dengan metode martingale, kita menambah posisi dua kali lipat dari transaksi sebelumnya disetiap kali kita mengalami kerugian. Contohnya:

Martingale - twps2 - pendulangforex
Pada contoh ini diperlihatkan bahwa seorang trader telah menambah posisi sell sebanyak dua kali pada posisi sebelumnya setiap kenaikan 500 pips. Seandainya harga masih naik ke 1.51500, maka si trader akan menambah posisi Sell sebanyak 8 Lot. Sementara itu, keuntungan akan diperoleh ketika harga kembali ke 1.50500. Sebetulnya yang perlu anda waspadai ialah jika harga terus semakin naik, karena kerugian yang diderita justru akan semakin besar. Teknik ini bagus jika dipergunakan pada saat pergerakan pasar sedang sideway.

3. Anti Martingale
Anti-martingale justru mirip dengan pyramid, dan merupakan kebalikan dari strategi martingale, yaitu kita menambah posisi terbuka dua kali lipat dari posisi yang sebelumnya dimana setiap kali mendapatkan keuntungan.

Anti Martingale - twps2 - pendulangforex
Kita harus selalu memperhatikan pergerakan harga, jangan sampai berbalik arah dimana akan membuat keuntungan yang sudah kita kumpulkan malah berubah menjadi loss. Teknik ini bagus untuk dipergunakan pada saat pergerakan pasar dalam keadaan trending.
Share:

Bunga Bank Sentral