Tampilkan postingan dengan label Teknik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Teknik. Tampilkan semua postingan

Analisa Fundamental Forex


Dasar Analisa Fundamental Forex


Contoh Analisa Fundamental Forex

Analisa fundamental adalah cara menganalisa pergerakan harga aset di pasar finansial berdasarkan data ekonomi dan berita-berita yang menjadi pusat perhatian pelaku pasar. Trader yang melakukan analisa fundamental forex akan mengamati bagaimana data-data ekonomi seperti inflasi dan pengangguran mempengaruhi penilaian baik atau buruknya prospek ekonomi suatu negara, kemudian meneliti bagaimana efeknya terhadap nilai tukar mata uang.

Contoh Analisa Fundamental Forex

1. Rencana kenaikan suku bunga bank sentral AS (Fed Funds Rate/FFR) biasanya mendorong penguatan Dolar AS. Namun, agar bank sentral dapat menaikkan suku bunga, dibutuhkan inflasi sesuai target, tingkat pengangguran rendah, dan pertumbuhan ekonomi stabil. Apabila ada indikasi inflasi lesu, pengangguran meningkat, dan pertumbuhan melambat; maka dapat berdampak pada gagalnya kenaikan suku bunga, sehingga pengguna analisa fundamental akan memandang Dolar AS berbias bearish (sell atas Dolar AS).

2. Yunani termasuk salah satu negara dalam kesatuan Zona Euro. Setelah keluar rumor krisis utang pada akhir tahun 2009, Yunani menghadapi ancaman gagal bayar pada awal tahun 2010. Berita-berita seputar krisis utang tersebut membuat banyak pelaku pasar khawatir kalau bakal meluas ke negara-negara Uni Eropa lainnya, atau bahkan mengakibatkan Uni Eropa bubar. Akibatnya, Euro tertekan berat, sebagaimana nampak pada grafik berikut ini. Euro baru mampu beranjak setelah para debitur Yunani menyetujui bailout dan pelonggaran jadwal pembayaran utang berkali-kali. Seorang trader pengguna analisa fundamental akan cenderung menganggap Euro bearish (sell atas Euro) selama krisis Yunani dinilai berisiko besar.

Dasar-Dasar Analisa Fundamental Dalam Forex

Dalam analisa fundamental, prospek ekonomi bagus biasanya diterjemahkan sebagai peluang penguatan nilai tukar mata uang. Sedangkan jika perekonomian memburuk maka dianggap dapat melemahkannya. Namun, penafsiran mengenai prospek ekonomi dan dampaknya pada mata uang tak bisa dilakukan secara sembarangan.


Umumnya, trader pemula menganggap bahwa asalkan data ekonomi semakin bagus, maka mata uang pasti menguat. Padahal, ini salah kaprah. Dalam analisa fundamental, perlu dipahami bahwa:

1. Penggerak yang mendorong naik-turunnya nilai tukar mata uang bukanlah data ekonomi, melainkan sikap pelaku pasar.

Pelaku pasar biasanya sudah memiliki ekspektasi sendiri sebelum data ekonomi dirilis. Apabila ekspektasi tak terpenuhi, maka data dianggap buruk. Jadi, trader tak bisa hanya memperhitungkan data terkini dan data periode sebelumnya saja. Contohnya, kenaikan suku bunga selayaknya mendorong penguatan mata uang. Namun, jika katakanlah suku bunga naik dari 1.0% menjadi 1.15% saja, padahal pasar mengharapkan kenaikan hingga 1.25%; maka mata uang takkan menguat.

Pada Kalender Forex, biasanya telah dicantumkan data periode sebelumnya (previous), ekspektasi (forecast), dan data terkini (actual) yang baru akan terisi setelah laporan terkait dipublikasikan. Oleh karenanya, Kalender Forex merupakan sebuah "senjata" penting bagi pengguna analisa fundamental.
Kalender Forex Untuk Analisa Fundamental


Kalender Forex biasanya menggolongkan peristiwa penting (event) menjadi tiga, ditampilkan dalam bentuk simbol kepala banteng, tanda pentung, atau kode warna. Pada gambar di atas, simbol tersebut artinya:
  • Kepala Banteng 1: Peristiwa berdampak rendah di pasar forex. Biasanya, rilisan ini berpengaruh pada pasar obligasi atau saham, sehingga efeknya pada forex cenderung minimal.
  • Kepala Banteng 2: Peristiwa berdampak menengah. Event bersimbol ini dapat berdampak besar jika terjadi pada hari-hari ketika tak ada berita berdampak tinggi.
  • Kepala Banteng 3: Peristiwa berdampak tinggi di pasar forex. Saat-saat mendekati waktu yang tercantum, biasanya pergerakan harga menjadi sulit ditebak, antara flat (mendatar/stagnan) atau justru sangat fluktuatif (choppy). Trader pengguna analisa teknikal sering menghindari pasar pada momen-momen seperti ini.

2. Pergerakan harga merupakan akumulasi dari sikap pelaku pasar menanggapi berbagai berita dari banyak negara, bukan hanya satu laporan saja. Jadi, seandainya Anda trading pasangan EUR/USD, maka harus memperhitungkan fundamental global, Amerika Serikat, dan Zona Euro. Sekedar kabar suku bunga AS meningkat saja takkan cukup untuk membuat Dolar AS menguat. Apalagi, dalam hal pengumuman suku bunga AS, faktor yang lebih berpengaruh biasanya justru pidato para pejabat bank sentral AS, bukan nominal bunga itu sendiri.

3. Sehat-tidaknya sebuah perekonomian ditunjukkan oleh pertumbuhan secara berimbang dan berkelanjutan, bukan oleh angka-angka semata. Dengan kata lain, dalam menerjemahkan data-data ekonomi, tidak ada istilah "semakin rendah, semakin baik" ataupun "semakin tinggi, semakin baik".

Umpamanya; inflasi terlalu tinggi itu dianggap buruk, tetapi inflasi kelewat rendah juga tidak baik. Biasanya, otoritas masing-masing negara memiliki target atau acuan tertentu yang berbeda-beda. Negara maju seringkali mematok target inflasi di kisaran 2-3%, sedangkan negara berkembang sekitar 3-4%. Apabila inflasi di negara berkembang jatuh ke 2%, maka bisa berdampak buruk bagi mata uangnya. Sebaliknya, angka yang sama di negara maju boleh jadi merupakan kabar baik yang bisa mendongkrak nilai mata uangnya.

4. Setiap kebijakan yang diambil oleh pemerintah dan bank sentral merupakan "trade-off", yaitu keputusan yang diambil dengan mengorbankan suatu aspek untuk mencapai peningkatan dalam aspek yang lain. Oleh karenanya, tak ada kebijakan yang sempurna tanpa efek negatif sama sekali. Penilaian atas kebijakan harus berpatok pada "apakah ini akan menarik dana investasi atau tidak?"

Tugas pemerintah adalah menyeimbangkan berbagai trade-off untuk mencapai pertumbuhan stabil; bukan mengambil keputusan yang membahagiakan semua pihak. Jadi, seorang trader tidak boleh berpandangan salah kaprah seperti "karena banyak orang protes pada kebijakan anu, berarti kebijakan itu jelek dan mata uangnya bakal jatuh". Perspektif investor selalu bermotif profit; meskipun suatu kebijakan ditolak oleh rakyat, jika itu bagus bagi iklim investasi maka akan disambut baik.
Klik Selanjutnya Klik [ ] Untuk Perbesar Video

Cara Mempelajari Analisa Fundamental Forex

Untuk memahami analisa fundamental dengan benar dan utuh, seorang trader sebaiknya mempelajari ilmu ekonomi dan kaitannya dengan pasar finansial, termasuk makroekonomi, moneter, fiskal, dsb. Namun, seorang trader tak harus memiliki latar belakang sekolah ekonomi untuk memahaminya; bahkan seorang sarjana ekonomi belum tentu mampu melakukan analisa fundamental dengan tepat.

Jadi, apa yang harus dilakukan untuk menguasai analisa fundamental? Ikuti langkah-langkah berikut:
  1. Kenali macam-macam indikator ekonomi dan berita yang berpengaruh dalam trading forex.
  2. Ketahui mana saja berita-berita paling penting dalam forex yang berdampak paling besar, khususnya data-data dari Amerika Serikat. Tandai event-event berdampak tinggi pada Kalender Forex.
  3. Pahami cara trading forex menggunakan berita.
  4. Apabila Anda berminat untuk menggunakan berita-berita tadi untuk mendapatkan keuntungan cepat, maka pelajari strategi News Trading. Namun, jika ingin menerapkan analisa fundamental layaknya para trader kawakan, maka pelajari cara benar menganalisis fundamental.
  5. Terakhir, banyak-banyaklah membaca artikel-artikel bertema ekonomi dan ikutilah berita forex. Seorang trader pengguna analisa fundamental akan kehilangan arah apabila tak mengikuti berita-berita ekonomi secara rutin.
Share:

Belajar Analisa Teknikal

Indikator Dalam Analisa Teknikal



Grafik Harga Untuk Analisa Teknikal

Analisa teknikal adalah cara menganalisa pergerakan harga aset di pasar finansial menggunakan perangkat statistik seperti grafik dan rumus matematis. Tujuan belajar analisa teknikal yaitu agar trader dapat menilai kondisi pasar saat ini berdasarkan histori harga di masa lampau, sekaligus memberikan gambaran atau prediksi tentang pergerakan pasar di masa depan.

Dahulu, trader melakukan perhitungan yang mengkombinasikan grafik (chart) dan rumus matematis secara manual, tetapi kini analisa teknikal bisa dilakukan dengan lebih mudah. Umumnya, platform trading online telah dilengkapi dengan fitur untuk menampilkan pergerakan harga dalam berbagai jenis grafik, sekaligus bermacam-macam indikator teknikal sebagai alat bantu analisa.

Prinsip Dasar Analisa Teknikal

Analisa teknikal termasuk dalam dua jenis analisa forex yang paling umum digunakan trader. Jenis analisa lainnya adalah analisa fundamental yang berupaya menganalisa nilai suatu mata uang berdasarkan kondisi ekonomi negara asalnya, situasi pasar finansial, atau berita dan rumor lainnya yang beredar. Berbeda dengan analisa fundamental, analisa teknikal didasarkan pada tiga prinsip:
  1. Market Price Discount Everything, artinya: harga yang terlihat pada grafik (chart) telah menggambarkan semua faktor yang mempengaruhi pasar.
  2. Price Moves in Trend, artinya: harga tidak bergerak secara acak, melainkan selalu membentuk suatu pola tertentu (trend) yang akan terus berlangsung sampai ada tanda-tanda bahwa pola pergerakan ini berhenti dan berganti.
  3. History Repeats Itself, artinya: ada kecenderungan kuat bahwa perilaku para pelaku pasar di masa kini akan memberikan reaksi yang sama dengan para pelaku pasar di masa lalu, dalam menyikapi berbagai informasi yang mempengaruhi pasar; sehingga motif pergerakan yang dahulu pernah terjadi, bisa terulang lagi.

Komponen Analisa Teknikal

Analisa teknikal mengandung sejumlah komponen penting. Komponen-komponen ini wajib diketahui oleh semua trader forex:

1. Grafik Harga (Chart)

Grafik harga menunjukkan nilai tukar dua mata uang dan terus bergerak dari waktu ke waktu. Ada tiga model grafik harga yang umum digunakan dalam analisa teknikal, yaitu grafik garis (Line Chart), grafik batang (Bar Chart), dan grafik lilin (Candlestick Chart). Diantara ketiganya, yang paling populer di Indonesia adalah grafik Candlestick seperti yang nampak pada gambar pergerakan harga GBP/USD (Pounds/Dolar AS) di bawah.


2. Indikator Teknikal

Agar pergerakan harga yang ditunjukkan oleh grafik di atas dapat dianalisa, maka dibutuhkan indikator teknikal. Indikator teknikal ini banyak sekali jenisnya, tetapi semua memiliki kesamaan, yaitu memungkinkan trader untuk memaknai pergerakan harga saat ini sehingga dapat memunculkan prediksi untuk pergerakan harga di masa depan.

Karena banyaknya indikator teknikal di dunia, bahkan hingga ratusan, maka setiap trader bisa menggunakan indikator yang berbeda. Namun, ada sejumlah indikator yang umum digunakan, antara lain Moving Average (MA) dan Relative Strenth Index (RSI). Contohnya pada gambar di bawah ini, grafik GBP/USD yang telah dipasang indikator teknikal berupa MA dan RSI.


Dari kondisi indikator teknikal tersebut, dapat dipahami bahwa harga pada GBP/USD sedang mengalami bearish (tren harga menurun) dan trader memiliki peluang untuk "Sell". Bagaimana bisa menyimpulkan itu? Karena pergerakan harga berada di bawah garis MA; sedangkan RSI menurun, tetapi belum mencapai titik 30.0. Nantinya, jika RSI sudah mencapai 30.0, maka itu boleh jadi momen untuk "Buy" GBP/USD, karena menandai perubahan pergerakan di pasar.
Belajar analisa teknikal berarti harus memahami cara menggunakan indikator-indikator seperti Moving Average dan RSI. Akan tetapi, analisa teknikal dan indikator tidaklah 100% pasti tepat. Kondisi pasar bisa berubah-ubah sewaktu-waktu dan tak seorang pun di dunia dapat mengetahui apa yang terjadi di masa depan. Oleh karena itu, hasil analisa teknikal maupun analisa fundamental merupakan "perkiraan", dan trader harus selalu siap untuk menghadapi kemungkinan salah prediksi.

3. Teknik Atau Metode Analisa Teknikal

Kombinasi antara MA dan RSI untuk menyusun keputusan trading forex seperti dalam contoh di atas, merupakan bagian dari teknik atau metode analisa teknikal. Jadi, dalam analisa teknikal, sekedar ada grafik dan indikator saja tidak cukup. Trader forex bisa membuat teknik atau metode analisa sendiri, berdasarkan satu jenis indikator, kombinasi banyak indikator, atau digabungkan dengan teknik-teknik khusus seperti Fibonacci, Retracement dan Reversal, Elliott Wave, dan lain sebagainya.
Klik Selanjutnya Klik [ ] Untuk Perbesar Video

Perbedaan Analisa Teknikal Dan Analisa Fundamental

Sebagai fondasi dari analisa forex, teknikal dan fundamental memiliki perbedaan karakteristik.
Karakteristik analisa fundamental:
  1. Membutuhkan waktu untuk memperoleh informasi seperti data ekonomi atau rumor terbaru. Trader individual sulit untuk mendapatkan info seperti ini.
  2. Bersifat subyektif karena melibatkan pendapat banyak orang. Seorang trader boleh jadi menganggap data ekonomi tertentu itu baik, tetapi trader lainnya menilai buruk.
  3. Lebih cocok diterapkan untuk jangka menengah-panjang.
Karakteristik analisa teknikal:
  1. Membutuhkan banyak data untuk menunjang akurasi prediksi.
  2. Kehandalannya bergantung pada kemahiran trader untuk membaca grafik, menerapkan indikator, dan mempraktekkan teknik analisa.
  3. Cocok diterapkan pada trading jangka pendek maupun jangka panjang.
Adanya dua jenis analisa forex, yaitu analisa teknikal dan analisa fundamental, sering memunculkan pertanyaan mengenai lebih baik mana antara keduanya. Faktanya, kedua jenis analisa forex ini memiliki karakternya masing-masing dan sebaiknya digunakan bersamaan secara proporsional, bukan hanya salah satu saja.
Share:

Resiko Trading Forex

Dalam dunia investasi pasti tidak dapat lepas dari resiko. Hukum yang berlaku adalah semakin besar potensi keuntungan, maka semakin besar pula potensi resiko. Demikian pula dalam trading forex. Forex tergolong jenis investasi dengan resiko paling tinggi. Hal ini sudah banyak disebutkan di berbagai sumber. Potensi profit forex lebih tinggi dibanding deposito, saham, atau reksadana; tetapi lebih besar pulalah resiko trading forex.

Menurut hasil beberapa penelitian, termasuk yang dilakukan oleh AMF Perancis, 90% trader berakhir dengan loss. Atau bisa pula diumpamakan hanya 1 orang yang berhasil, dari 10 orang yang terjun ke dalam trading forex. 

Ngeri bukan? Ya ini adalah faktanya, mau tidak mau, suka atau tidak suka, kita, Anda, harus memahami dan memaknai secara benar informasi statistik di atas. Namun, meskipun probabilitas untuk menang dalam forex itu rendah dan tidak mudah, tetapi bukan berarti mustahil. Ada banyak orang yang telah sukses dalam forex, dan kita pun bisa mengikuti jejak mereka. Salah satu caranya dengan memahami resiko trading forex sebelum terjun ke dalamnya.

Umumnya, resiko trading forex bersumber dari empat hal, yaitu volatilitas harga di pasar forex, penggunaan leverage, broker forex, dan kondisi psikologis kita sendiri sebagai trader.

resiko trading forex

Resiko Trading Forex 1: Volatilitas

Keuntungan dalam trading forex bisa diperoleh karena nilai tukar antar mata uang (harga) berubah-ubah terus hampir setiap saat. Besarnya jarak naik-turun harga ini disebut dengan Volatilitas. 

Pasangan mata uang dengan volatilitas rendah akan sulit diperdagangkan. Sebaliknya, semakin besar volatilitas harga suatu pasangan mata uang, maka makin besar pula keuntungan yang bisa didapat trader darinya. Namun, di saat yang sama, resiko trading forex pada mata uang itu juga makin besar, karena kemungkinan loss ikut meningkat.

Variasi volatilitas harga di pasar forex dapat dilihat pada tabel di bawah ini. Nampak volatilitas harga dalam kurun waktu harian, mingguan, dan bulanan pada setiap pasangan mata uang berbeda-beda.

resiko trading forex

Volatilitas terbesar terdapat pada XAU/USD (Gold vs Dolar AS), sedangkan terendah pada EUR/CHF (Euro vs Franc Swiss). Dari data ini, dapat disimpulkan:
  • Akan sulit untuk mendapatkan keuntungan dari trading harian pada pasangan EUR/CHF, karena volatilitas rendah berarti pergerakannya nyaris stagnan.
  • Potensi keuntungan sekaligus resiko trading forex tertinggi bisa ditemukan pada XAU/USD.
Volatilitas XAU/USD yang amat tinggi tersebut membuatnya disukai oleh banyak trader Indonesia. Namun, trader yang memilih resiko trading forex lebih rendah akan condong pada pasangan mata uang dengan volatilitas sedang, seperti GBP/USD, AUD/USD, dan EUR/USD. Anda pun bebas memilih mata uang yang akan ditradingkan sesuai dengan besarnya resiko yang berani ditanggung.

Resiko Trading Forex 2: Leverage

Trading forex memanfaatkan sistem Margin Trading. Margin Trading adalah sistem dimana memungkinkan trading dilakukan hanya dengan menggunakan jaminan saja (margin=jaminan). Broker akan menawarkan "leverage" untuk meningkatkan dana margin menjadi dana trading yang lebih besar.

Dengan menggunakan sistem ini, trader memiliki potensi untuk mendapatkan keuntungan besar walau hanya dengan modal kecil. Kok bisa? mari kita lihat contoh berikut ini. Semisal harga pair GBP/USD : 1.6000, modal 100,000 Pound, dengan pergerakan perhari 100-200 pips. Maka contoh perhitungan keuntungan ketika profit adalah (1.6200-1.6000) X 100,000 pound = 2000 pound. Itu jika trading tanpa leverage.

Bagaimana kalau dengan menggunakan sistem margin, atau dengan memakai leverage?

resiko trading forex
Dengan sistem margin, Anda bisa melakukan trading hanya dengan menyediakan sebagian kecil dari modal yang dibutuhkan. Misal broker menerima margin 1% (leverage 1:100), maka pada contoh di atas, Anda akan bisa melakukan trading hanya dengan modal 1% x 100,000 pound = 1000 pound saja, dan dengan potensi keuntungan tetap sama, yaitu sampai dengan 2000 pound.

Bersama potensi keuntungan tersebut, muncul pula potensi rugi karena forex dengan besaran kurang lebih sama. Artinya, dengan modal 100 Pound, bisa ada potensi untung maupun rugi 200 Pound per hari. Jadi, modal Anda bisa lenyap hanya dalam hitungan hari, bahkan jam, atau menit. Dengan kata lain, fasilitas Leverage bisa membantu trader bermodal kecil untuk profit, tetapi juga membuka kemungkinan loss lebih besar daripada modal. Oleh karena itu, Anda perlu berhati-hati agar jangan memilih leverage yang terlalu tinggi, guna menjaga risiko trading forex tetap rendah.

Resiko Trading Forex 3: Broker Forex

Hal lain yang memperbesar resiko adalah: kemudahan-kemudahan seorang trader untuk bisa memulai melakukan trading forex dengan cepat dan nyaris instan. Ya, saat ini broker-broker sangat memanjakan trader baru (pemula) dengan kemudahan deposit dana, bahkan plus bonus, modal trading gratis, dan lain sebagainya.

Dalam hal ini, trader perlu memperhatikan bahwa broker forex merupakan perusahaan bisnis yang tentu ingin mendapatkan keuntungan. Mereka tidak akan mengadakan promosi besar-besaran tanpa mengharapkan laba yang lebih besar lagi. Jadi, ketika akan menggunakan bonus dan promosi broker, perhatikan aturan-aturannya.

Dalam kedua contoh di atas, nampak modal gratis yang diberikan broker tidak dapat ditarik sama sekali. Jadi, jika Anda mendaftar dengan harapan mendapatkan uang secara cuma-cuma, maka pasti akan kecewa. Tujuan broker menyediakan bonus-bonus tersebut adalah agar Anda mencoba layanan trading mereka, kemudian melakukan deposit jika sudah cocok.

Selain itu, Anda juga perlu berhati-hati jika mendapati bonus yang besarnya fantastis, tetapi syarat dan aturan untuk mengklaimnya kurang jelas. Memang ada bonus tulen dalam rangka promosi membesarkan nama broker, tetapi ada pula bonus menyesatkan. Jika besarnya sudah tidak masuk akal, maka perlu hati-hati agar nantinya tidak berbalik menjerat.

Resiko Trading Forex 4: Pribadi Trader

Seorang trader bisa memulai trading hanya dalam hitungan hari bahkan jam kalau mau. Padahal, untuk bisa sukses sebagai trader, kita perlu belajar trading forex terlebih dahulu. Terlalu cepat masuk sama saja dengan bunuh diri; bisa dipastikan dana (modal) akan hangus. Apabila kita hanya memasukkan sedikit dana, lalu merugi, maka itu bisa menjadi bahan pembelajaran efektif. Tetapi bagaimana kalau ternyata dana yang dimasukkan dalam jumlah yang sangat besar? Tentu rasanya sangat menyakitkan. 

Forex adalah model investasi beresiko tinggi. Ketidaktahuan akan membuat resiko trading forex membesar. Sebaliknya, semakin dalam pengetahuan, semakin terlatih psikologis kita menghadapi pasar, maka akan menghasilkan keuntungan yang lebih menjanjikan. 

Oleh karenanya, sabar dan jangan terburu-buru untuk menerjuni dunia trading forex. Jangan tergiur oleh janji-janji profit dan income yang spektakuler. Memang janji keuntungan besar akan menjadi motivasi trading forex yang amat menarik, tetapi apabila tak diimbangi oleh informasi dan latihan yang benar, maka ibarat "orang buta yang semangat berlari menuju jurang". Sebelum menanamkan dana tabungan bertahun-tahun dalam trading forex, simak Tips Menghindari Kekalahan Dalam Forex, lalu berlatihlah di akun demo forex untuk meningkatkan keterampilan Anda terlebih dahulu.


Share:

Cara Mendapatkan Uang Dari Trading Forex

Di pasar forex, kita membeli atau menjual mata uang, dengan tujuan untuk mendapatkan uang (keuntungan/profit) dari perubahan harga. Dari sudut pandang ini, aktivitas trading forex sebenarnya mirip dengan transaksi pasar keuangan pada umumnya, seperti saham. Jika Anda telah memiliki pengalaman dalam saham, seyogyanya Anda tidak akan menemui kesulitan dalam melakukan trading forex. Namun, Anda juga tetap bisa bertrading forex meski tak ada pengalaman sama sekali dalam investasi lain. 

Namun, ada sejumlah perbedaan mencolok antara transaksi di pasar forex dengan pasar saham atau pasar lainnya. Yang pertama dan terutama adalah, pelaku trading forex bisa mendapatkan keuntungan baik ketika harga naik maupun ketika harga turun. Berbeda dengan saham dimana kita baru bisa untung jika harga naik saja.

Kenapa bisa begitu?

Ini karena dalam forex, jual beli mata uang dilakukan secara berpasang-pasangan. Misalnya bila kita melakukan 'buy' pasangan EUR/USD, berarti kita membeli mata uang Euro dengan menjual Dolar AS di saat bersamaan. Dalam hal ini, kita mengharapkan Euro akan menguat jadi lebih tinggi di masa depan dibanding sekarang. Dan jika harapan itu benar-benar terwujud, maka grafik harga EUR/USD akan bergerak naik, dan kita bisa mendapatkan uang dari trading forex.

Bagaimana Cara Mendapatkan Uang Dari Trading Forex

Sebaliknya, apabila kita melakukan 'sell' EUR/USD, artinya kita menjual mata uang Euro dengan membeli Dolar AS di saat bersamaan. Hal itu kita lakukan ketika mengharapkan Dolar AS akan makin menguat dibanding Euro di masa depan. Apabila itu terjadi, maka grafik harga EUR/USD akan bergerak turun, dan kita tetap bisa mendapatkan uang dari trading forex biarpun nilai tukar Euro menurun.

Bagaimana Cara Mendapatkan Uang Dari Trading Forex

Sejumlah Konsep Penting Dalam Transaksi Forex

Dari pembahasan di atas, tentu Anda sudah bisa menyimpulkan sejumlah konsep dasar dalam forex. Nah, di bagian ini kita akan memaparkan lebih lanjut.
  • Pasangan Mata Uang
    Penulisan instrumen trading forex selalu ditulis dalam pasangan, seperti EUR/USD, GBP/USD atau USD/JPY. Sebabnya, dalam setiap transaksi valuta asing kita secara bersamaan membeli satu mata uang dan menjual yang lain.
    Dalam satu pasangan, mata uang pertama yang tercantum di sebelah kiri garis miring ("/") dikenal sebagai mata uang dasar (Base Currency). Sedangkan mata uang kedua di sebelah kanan disebut mata uang counter (Counter Currency).

  • Beli/Jual Dalam Trading Forex
    Dalam perdagangan forex, istilah yang paling umum digunakan adalah:
    Beli (Buy atau Long): Jika Anda berpikir nilai mata uang dasar akan naik.
    Jual (Sell atau Short) : Jika Anda berpikir nilai mata uang dasar akan turun.

  • Rate/Nilai Tukar/Harga
    Harga dalam trading forex terbentuk di pasar yang skala-nya internasional. Harga-harga itu akan terlihat pada software trading yang diberikan broker untuk kita gunakan sebagai trader, dalam bentuk grafik. Contohnya seperti di bawah ini:

    Grafik Harga Dalam Trading Forex

    Lihat ke sisi kanan gambar. Nampak angka 1.1593 dalam kotak putih. Itu merupakan harga EUR/USD saat ini. Akan tetapi, jika kita akan melakukan buy atau sell, maka yang akan dipakai bukan harga itu, melainkan harga yang nampak pada kotak merah di pojok kiri atas gambar.

    Kenapa begitu? Karena selisih diantara kedua harga itu akan menjadi keuntungan bagi broker atau lembaga yang menjadi perantara Anda dengan pasar. Hal ini bisa diumpamakan sebagai kurs jual dan kurs beli jika Anda melakukan penukaran valas di Money Changer.

  • Selisih Harga Penawaran Dan Permintaan (Spread)
    Harga Penawaran (Bid) adalah harga di mana Anda sebagai trader akan menjual (sell) mata uang dasar.
    Harga Permintaan(Ask) adalah harga di mana Anda sebagai trader akan membeli (buy) mata uang dasar.
    Harga penawaran adalah selalu lebih rendah dari permintaan, dan selisih tersebut sering disebut dengan nama Spread.

  • Close/Tutup Transaksi
    Setelah Anda membuka posisi di suatu pasangan mata uang, tentu nantinya Anda akan perlu juga menutup posisi untuk merealisasikan keuntungan trading forex. Caranya dengan melakukan Close.
    Jadi:
    Jika semula Anda Buy, untuk menutup berarti CLOSE (Sell).
    Jika semula Anda Sell, untuk menutup berarti CLOSE (Buy).
Selanjutnya, lihat contoh konkrit di bawah tentang bagaimana cara mendapatkan uang dari trading forex.

Contoh Praktek Mendapatkan Uang Dari Trading Forex

Mari lakukan simulasi dengan pasangan mata uang GBP/USD (Poundsterling dan Dolar AS).

Suatu waktu, GBP/USD menampilkan harga bid 1.2800 dan harga ask 1.2804. Jika saat itu Anda memperkirakan nilai GBP akan menguat/naik, maka Anda mengambil posisi BUY GBP/USD di 1.2804. Setelah beberapa waktu, harganya akan berubah. Bisa bergerak naik, bisa juga bergerak turun.

Keuntungan dan Kerugian dalam Trading Forex

Apabila perkiraan Anda benar, nilai GBP/USD akan bergerak naik. Umpamanya sampai ke angka yang tertulis pada kotak Skenario 1. Nah, itulah kesempatan Anda untuk bisa merealisasikan keuntungan trading forex dengan melakukan CLOSE (Sell) GBP/USD di 1.2820.

Dari 1 transaksi trading forex tadi, keuntungan yang diperoleh adalah: 1.2820 - 1.2804 = 16 Pip (Pip adalah pergerakan harga terkecil tersedia dalam mata uang).

Nah, sekarang pertanyaannya, bagaimana kalau ternyata harga GBP/USD bergerak ke arah berbeda, atau tidak sesuai dengan perkiraan Anda?

Umpamanya GBP/USD ternyata malah turun ke angka seperti tercantum pada kotak Skenario 2. Jika Anda melakukan CLOSE (Sell) pada posisi ini, berarti: 1.2770 - 1.2804 = -34 Pip (Anda rugi 34 Pip).

Syukurnya, dalam trading forex, kapan Anda melakukan CLOSE, ini tergantung analisa dan terserah Anda. Apakah diperkirakan GBP/USD akan terus turun? Jika begitu, maka sebaiknya Close sekarang untuk meminimalkan kerugian. Atau Anda yakin GBP/USD akan kembali naik? Kalau begitu, jangan Close sekarang, tunggu harga naik kembali untuk mendapatkan profit.

Sederhana, bukan!?

Pip yang Anda peroleh disini merupakan keuntungan bagi Anda. Hanya saja, untuk mengalihkan keuntungan dalam bentuk pip menjadi uang, diperlukan perhitungan lagi.

Menghitung Keuntungan Trading Forex

Pip akan menjadi berapa uang (dollar), tergantung pada jumlah lot serta besar kontrak yang Anda gunakan.

Jumlah lot merupakan Volume transaksi yang Anda isikan pada formulir order saat buka posisi trading forex. Sedangkan besar kontrak biasanya terlampir dalam jenis akun yang Anda pilih saat membuka rekening di broker forex.

Umumnya, ada tiga jenis kontrak:
  • Kontrak standar: 100,000 unit (seratus ribu unit; jika kita bertrading dengan mata uang dasar Dolar AS, maka bisa disebut seratus ribu USD).
  • Kontrak mini: 10,000 unit (sepuluh ribu unit; jika kita bertrading dengan mata uang dasar Dolar AS, maka bisa disebut sepuluh ribu USD).
  • Kontrak mikro: 1,000 unit (seribu unit; jika kita bertrading dengan mata uang dasar Dolar AS, maka bisa disebut seribu USD).
Ilustrasi perhitungan dari profit di Skenario 1 tadi, dengan asumsi order sebanyak 2 lot dan menggunakan kontrak yang standar, akan menjadi seperti ini:
Keuntungan($) = Pip Profit X Contract Size($) X Lot
Keuntungan($) = 16 pip X 100.000 USD X 2 Lot = 320 USD.
Jadi, coba kita rangkum dalam gambar berikut.

Bagaimana Cara Mendapatkan Uang Dari Trading Forex

Melihat contoh ilustrasi penghitungan di atas, boleh jadi tersirat dalam benak Anda, "Kalau begitu, modal trading forex itu sampai ribuan dolar? Kontrak paling kecil yang mikro saja seribu dolar, kalau standar malah seratus ribu. Mahal dong."

Tidak. Walaupun tatanan kontrak-nya demikian, tetapi modal untuk trading forex bisa semurah 10 USD saja. Kok bisa begitu?

Ini karena ada broker forex memberikan fasilitas yang dinamakan leverage.

Leverage merupakan skema pinjaman proporsional dengan jaminan, sehingga bisa memperbesar daya beli dana yang dimiliki trader. Contohnya suatu broker menawarkan leverage 1:100, berarti trader dengan modal 10 USD bisa memiliki daya beli sebesar 1000 USD (dari 10x100). Dalam hal ini, 10 USD menjadi dana jaminan (Margin) yang perlu diserahkan trader kepada broker.

Kecil, bukan!? Walaupun nantinya profit juga akan disesuaikan secara proporsional pula dengan leverage yang dipakai trader, tetapi setidaknya jelas bahwa modal yang dibutuhkan trader untuk mulai berupaya mendapatkan uang dari trading forex itu sangat rendah.

Lebih menguntungkan lagi bagi kita sekarang ini, semua platform/software trading dari broker telah melakukan proses perhitungan di atas secara otomatis. Sehingga, kita dengan mudah mengetahui nilai dolar dari keuntungan kita tanpa perlu susah-susah menghitung lagi, cukup berupaya melakukan transaksi yang profit saja.

Bagi Anda yang suka berhitung, bisa melihat penjelasan lebih lengkap di artikel khusus tentang bagaimana menghitung profit pips. Namun, bila sudah cukup puas dengan penjelasan ini dan ingin melihat langsung bagaimana melakukan order buy dan sell, mendaftarlah untuk membuat akun demo. Dengan akun demo di broker forex, Anda bisa melakukan simulasi trading forex menggunakan uang virtual (bukan uang sungguhan) secara gratis. Anda pun bisa langsung menerapkan pengetahuan yang didapat dari berbagai materi belajar trading forex.

Share:

Kelebihan Bisnis Trading Forex

Ada berbagai alasan mengapa banyak orang kini melirik trading forex sebagai sumber penghasilan tambahan maupun pekerjaan utama. Beberapa kelebihan dalam trading forex online dibandingkan dengan trading atau investasi lain adalah:

1. Trading Forex Bisa Dilakukan Dimana Saja.

Transaksi forex masa kini dapat dilakukan secara online, dengan komputer, laptop, tablet, maupun ponsel pintar, hanya dengan klik pada software trading yang sudah disediakan broker. Ditambah kecepatan dan biaya internet yang makin hari makin murah, secara keseluruhan biaya untuk bisa trading forex online sangat kecil dan terjangkau. Inilah kelebihan trading forex nomor satu.

2. Bisa Jual-Beli Kapan Saja.

Menurut data Bank for International Settlements (BIS), sebuah lembaga yang menaungi bank-bank sedunia, pasar forex memiliki likuiditas (ketersediaan dana) sangat tinggi hingga mencapai rata-rata $5.3 triliun per hari. Hal ini menjadikan pasar forex sebagai pasar terbesar di dunia, bahkan bila dibandingkan dengan bursa saham terkenal di Amerika Serikat sekalipun.

Oleh karena besarnya ketersediaan dana di pasar forex, maka kapanpun Anda ingin menjual, akan selalu ada pembeli. Demikian pula sebaliknya, kapan saja Anda ingin membeli, akan selalu ada penjual. Tak ada sistem antrian seperti dalam perdagangan saham yang tak jarang mengharuskan penjual/pembeli menunggu beberapa jam hingga berhari-hari agar ada yang menyepakati harga terlebih dahulu.

3. Trading Forex Menyajikan Peluang Keuntungan Dua Arah.

Trading forex dilakukan dalam pasangan mata uang. Misalnya dalam pasangan EUR/USD: transaksi "buy" berarti membeli Euro sambil menjual Dolar AS, sedangkan transaksi "sell" berarti menjual Euro sambil membeli Dolar AS. Saat memperkirakan Euro akan melemah dan USD menguat, maka trader akan membuka posisi trading "sell". Sebaliknya, ketika memperkirakan Euro akan menguat dengan USD melemah, maka trader akan membuka posisi trading "buy". Dengan demikian, pelaku trading forex bisa mendapatkan keuntungan, baik saat suatu mata uang melemah maupun menguat.

Selain itu, kelebihan trading forex lainnya adalah bisa dilakukan pada berbagai macam mata uang di seluruh dunia, sehingga kita takkan kehabisan peluang profit. Walaupun, pada umumnya trader memperdagangkan tujuh pasangan mata uang utama saja: EUR/USD, USD/JPY, GBP/USD, NZD/USD, USD/CHF, AUD/USD, dan USD/CAD.

4. Pasar Forex Buka 24 Jam Non Stop, 5 Hari Seminggu.

Pasar keuangan lainnya seperti saham biasanya hanya buka sesuai jam kerja biasa antara hari Senin hingga Jumat. Namun, pasar forex buka 24 jam sehari, hanya hari Sabtu dan Minggu market tutup.

Artinya, sebagai trader forex, Anda akan bisa mengatur jam trading sendiri. Jika Anda lebih suka bekerja di pagi hari karena memiliki pekerjaan utama lain; tidak menjadi soal, Anda bisa trading forex pada malam harinya. Atau sebaliknya. Anda dapat trading forex pada siang hari ketika Anda telah memiliki kesibukan pekerjaan di malam hari. Atau jika Anda ingin mengkhususkan hanya trading di waktu-waktu paling menguntungkan saja, maka bisa menengok waktu dan jam trading forex terbaik.

5. Trading Forex Bisa Dengan Modal Seadanya Dan Biaya Rendah.

Dalam trading forex, ada sistem margin dan leverage. Sistem margin dan leverage itu memungkinkan broker forex untuk "meminjamkan dana" secara proporsional dengan jaminan dana yang diberikan oleh trader. Contohnya dengan leverage 1:200, maka trader cukup memberikan deposit untuk margin sebesar $100 saja agar bisa bertrading dengan kekuatan dana $20,000 (dari 100 dikalikan 200). Margin dan leverage ini membuat trading forex tak membutuhkan modal besar.

Dulu kita mengenal bahwa untuk bisa trading forex diperlukan dana modal minimal puluhan ribu dollar. Tetapi sekarang tidak lagi. Dengan modal $10 pun, kita sudah bisa trading forex. Bahkan ada broker yang memberikan modal cuma-cuma untuk trading. Seperti broker FBS, broker Agea, dan broker FXOpen. Memang jumlahnya tidak banyak, rata-rata $5-10, tapi lumayan bukan, untuk coba-coba!? 

Selain itu, persaingan bisnis antar broker pun membuat biaya komisi trading yang harus dibayarkan trader menjadi semakin rendah dan kompetitif. Kemajuan teknologi memberikan kita kebebasan untuk memilih broker forex dengan biaya trading terendah dan fasilitas software trading tercanggih sebagai penghubung kita dengan pasar forex.

6. Belajar Dan Latihan Trading Forex Tersedia Gratis.

Ada lagi fasilitas dari broker berupa akun trading demo. Dengan sistem ini, kita dapat belajar dan berlatih persis seperti trading forex sesungguhnya, namun terlepas dari risiko rugi. Kok bisa? ya, karena dana yang digunakan adalah virtual atau mainan saja, dan fasilitas ini pun diberikan secara cuma-cuma oleh broker forex. Jadi, kalau kalah tak perlu mengganti uang, walau kalau menang pun tak bisa diuangkan. Akun demo ini ditujukan untuk para pemula yang ingin berlatih dan belajar dulu sebelum terjun secara ke dunia trading forex.


Share:

Bunga Bank Sentral